Duka Negeri

Pengkhianatan pada nyawa anak bangsa 
Imbasnya meluap dijalanan
Darahnya berkecimbratan hingga Senayan
Dukanya meluluhlantakkan hati anak negeri
Begitulah kengerian di belahan bumi khatulistiwa timur 
Nyawa harus jadi taruhan dinegeri sendiri 

Ketika rakyat bersuara untuk sekedar hak hidup
Pujangga senator diam seribu bahasa 
Merekalah yang justru lebih kejam dari dunia
Memeras jerih payah pejuang kehidupan 
Menyita alarm setiap mahasiswa 
Membuat buruh geram pada kaki tangannya yang duduk digedung mewah
Mengundang penyakit sosial diantara kaum awam
Lebih dari segelas kopi yang mereka nikmati, bahkan darah rakyat mereka biarkan bertumpahan diarea fatamorgana 

Menyelimuti kelamnya malam Jumat diakhir bulan Agustus 
Selepas usai peringatan kelahiran Bangsa ini
Mereka cuma mengais diatas jalanan 
Berharap bisa pulang esok bawa rezeki
Namun, ditengah badai manusia yang menggumpal di Slipi 
Entah arah angin itu berubah jadi suram
Ketika aparat memukul mundur kerumunan 
Tragedi berdarah itu menggelincir diatas aspal
Barracuda brimob melesat bagai petir
Tak tebang pilih , siapa pun dibabat habis

Duka negeri
Duka anak bangsa
Duka Indonesia 
R. I. P. Demokrasi Indonesia 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SILSILAH KETURUNAN DAELI DARI BERBAGAI REFERENSI (VERSI BAHASA NIAS)

Polemik Standar Ganda dan Diskriminasi Barat serta Inkonsistensi IOC

Amarah alam atau sekedar Fluktuasi cuaca