Memori Cuaca
Panas terik membara menari diatas atmosfer
Berlalu membawa aura sensitif yang meronta bakar
Hening diujung waktu
Tak terkira ketika masih melaju kencang hilang dibawa angin sepoi-sepoi
Sayup-sayup terdengar didaun telinga
Merintih angin membelah teriknya siang itu
Perasaan jiwa yang sedikit terhempas
Nafas sedikit lega seketika
Lalu lalang dijalanan para pencari suaka
Lalu lalang diudara unggas pencari mangsa
Tak kenal lelah dibawah pancaran lidah api semesta
Berasa kebakar dipanggangan
Ketika matahari mulai mendekati ufuk barat
Petang datang disambut gembira
Makhluk bersukacita menyambut kesejukan malam
Menanti turunnya embun penyegar hati
Komentar
Posting Komentar